Ruas malam
malam menjadi kelabu,
bersama bulan meredup,
tanpa bintang
tertikam risauMu
yang dalam
sayap-sayap rinduku mematah
lesap memaki langit
pandangi adam yang berpulang
tanpa menggendong hawa
jala hatiku, lantak
menjilma gelisah
memandang langkahnya
rinduku yang bertumpuk-tumpuk
entah
lambang apa yang kau kirim
lalu, menjadi doa
sebagai penghabisan
25 06 2008
Melukis Wajah Tuhan
setiap jengkal malam, melukis wajah tuhan
di antara makrifat-makrifat kekalNya
mengelepar jiwa yang resah
segores pun entah
lagi,
sketsa-sketsa sujud menerobos dinding
menyibak semak
membayang wajah tuhan
serasa menari dalam gemericik sungai
mengalir,
alir-mengalir
goresnya samar
masih jauh menuju sempurna
semakin mengalir
bersama alunan ayat-ayatMu
menjelma rindu,
resah, cinta dan luka
goresnya nyata.
25 06 2008