Melayat Langit*
suara tangis mendayu-dayu
menjelma orkestra kesedihan
langit gelap, memendam risau
dari ribuan luka
berduyun tangis,
deburan air mata
lesap mendzikir resah
terbata-bata
risau-risau membatu
menunggu zaman berganti
masih, langit berduka
tangis-tangis melayat lelah
20 06 2008
* Judul Buku Kilang Sastra Batu Karaha
Sujud Duka
rebah rerumputan
menghimpun sujud bersama dingin
banjir tangis
menunggu tuhan berkelana
rindu menjilma luka
di sela ruang,
ayat-ayat hati
lesap menyayat malam
pilu
meretak jiwa, berduka
dan langit tak lagi meneduh
menjadi bara dalam dada.
21 06 2008