andai saja malam menjadi sayap-sayap bidadari
dan aku menjadi lelaki pertama yang mencumbunya
terasa tuntas perjalanan hidupku
menjadi abadi
tapi angina telah menguburkan cahaya menjadi sembilu darah
yang mengalir tak habis-habis
menjadi aroma kematian yang melenggang
di malam yang ganjil
air mataku menjadi lautan
dadaku terhempas dalam runcing malam
rebah, menggelinding, terhempas
lalu lenyap
oh
sebuah angan yang semakin terhempas
menjadi duri yang luka
tanpa kembang mawar yang lusuh
di pagi yang terasing.